Tampilkan postingan dengan label FAKTA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FAKTA. Tampilkan semua postingan

LUAR BIASA!!! keluar dari Metro TV, ini Kisah Sandrina Malakiano, Ketika Hijab Lebih Utama ketimbang Pekerjaan

LUAR BIASA!!!  keluar dari Metro TV, ini Kisah Sandrina Malakiano, Ketika Hijab Lebih Utama ketimbang Pekerjaan
LUAR BIASA!!!  keluar dari Metro TV, ini Kisah Sandrina Malakiano, Ketika Hijab Lebih Utama ketimbang Pekerjaan

KISAH berikut mungkin sudah lama, usang, dan kabur dimakan usia. Namun untuk sebuah hikmah dan pelajaran, tidaklah ada yang tua, kolot dan rapuh. Semua membarukan diri kedalam masa itu sendiri.

SEJAK memutuskan untuk berjilbab, sosok Sandrina Malakiano tak lagi membawakan berita, Ia menghilang. Metro TV tempat ia bekerja dikecam karena melarang Sandrina Malakiano mengenakan jilbab pada saat siaran, meskipun Sandrina sudah memperjuangkannya selama berbulan-bulan dengan mengajak jajaran pimpinan level atas Metro TV berdiskusi panjang. Larangan inilah menjadi alasan Sandrina untuk keluar dari Metro TV.

Setiap kali sebuah musibah datang, maka sangat boleh jadi di belakangnya sesungguhnya menguntit berkah yang belum kelihatan.

Saya sendiri yakin bahwa ” sebagaimana Islam mengajarkan ” di balik kebaikan boleh jadi tersembunyi keburukan dan di balik keburukan boleh jadi tersembunyi kebaikan.

Saya sendiri membuktikan itu dalam kaitan dengan keputusan memakai hijab sejak pulang berhaji di awal 2006. Segera setelah keputusan itu saya buat, sesuai dugaan, ujian pertama datang dari tempat saya bekerja, Metro TV.

Sekalipun tanpa dilandasi aturan tertulis, saya tidak diperkenankan untuk siaran karena berjilbab. Pimpinan Metro TV sebetulnya sudah mengijinkan saya siaran dengan jilbab asalkan di luar studio, setelah berbulan-bulan saya memperjuangkan izinnya. Tapi, mereka yang mengelola langsung beragam tayangan di Metro TV menghambat saya di tingkat yang lebih operasional. Akhirnya, setelah enam bulan saya berjuang, bernegosiasi, dan mengajak diskusi panjang sejumlah orang dalam jajaran pimpinan level atas dan tengah di Metro TV, saya merasa pintu memang sudah ditutup.

Sementara itu, sebagai penyiar utama saya mendapatkan gaji yang tinggi. Untuk menghindari fitnah sebagai orang yang makan gaji buta, akhirnya saya memutuskan untuk cuti di luar tanggungan selama proses negosiasi berlangsung. Maka, selama enam bulan saya tak memperoleh penghasilan, tapi dengan status yang tetap terikat pada institusi Metro TV.

Setelah berlama-lama dalam posisi yang tak jelas dan tak melihat ada sinar di ujung lorong yang gelap, akhirnya saya mengundurkan diri. Pengunduran diri ini adalah sebuah keputusan besar yang mesti saya buat. Saya amat mencintai pekerjaan saya sebagai reporter dan presenter berita serta kemudian sebagai anchor di televisi. Saya sudah menggeluti pekerjaan yang amat saya cintai ini sejak di TVRI Denpasar, ANTV, sebagai freelance untuk sejumlah jaringan TV internasional, TVRI Pusat, dan kemudian Metro TV selama 15 tahun, ketika saya kehilangan pekerjaan itu. Maka, ini adalah sebuah musibah besar bagi saya.

Tetapi, dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan memberi saya yang terbaik dan bahwa dunia tak selebar daun Metro TV, saya bergeming dengan keputusan itu. Saya yakin di balik musibah itu, saya akan mendapat berkah dari-Nya.

Hikmah Berjilbab

Benar saja. Sekitar satu tahun setelah saya mundur dari Metro TV, ibu saya terkena radang pankreas akut dan mesti dirawat intensif di rumah sakit. Saya tak bisa membayangkan, jika saja saya masih aktif di Metro TV, bagaimana mungkin saya bisa mendampingi Ibu selama 47 hari di rumah sakit hingga Allah memanggilnya pulang pada 28 Mei 2007 itu.

Bagaimana mungkin saya bisa menemaninya selama 28 hari di ruang rawat inap biasa, menungguinya di luar ruang operasi besar serta dua hari di ruang ICU, dan kemudian 17 hari di ruang ICCU?

Hikmah lain yang saya sungguh syukuri adalah karena berjilbab saya mendapat kesempatan untuk mempelajari Islam secara lebih baik. Kesempatan ini datang antara lain melalui beragam acara bercorak keagamaan yang saya asuh di beberapa stasiun TV. Metro TV sendiri memberi saya kesempatan sebagai tenaga kontrak untuk menjadi host dalam acara pamer cakap (talkshow) selama bulan Ramadhan.

Karena itulah, saya beroleh kesempatan untuk menjadi teman dialog para profesor di acara Ensiklopedi Al Quran selama Ramadhan tahun lalu, misalnya. Saya pun mendapatkan banyak sekali pelajaran dan pemahaman baru tentang agama dan keberagamaan. Islam tampil makin atraktif, dalam bentuknya yang tak bisa saya bayangkan sebelumnya. Saya bertemu Islam yang hanif, membebaskan, toleran, memanusiakan manusia, mengagungkan ibu dan kaum perempuan, penuh penghargaan terhadap kemajemukan, dan melindungi minoritas.

Saya sama sekali tak merasa bahwa saya sudah berislam secara baik dan mendalam. Tidak sama sekali. Berjilbab pun, perlu saya tegaskan, bukanlah sebuah proklamasi tentang kesempurnaan beragama atau tentang kesucian. Berjibab adalah upaya yang amat personal untuk memilih kenyamanan hidup.

Berjilbab adalah sebuah perangkat untuk memperbaiki diri tanpa perlu mempublikasikan segenap kebaikan itu pada orang lain. Berjilbab pada akhirnya adalah sebuah pilihan personal. Saya menghormati pilihan personal orang lain untuk tidak berjilbab atau bahkan untuk berpakaian seminim yang ia mau atas nama kenyamanan personal mereka. Tapi, karena sebab itu, wajar saja jika saya menuntut penghormatan serupa dari siapapun atas pilihan saya menggunakan jilbab.

Hikmah lainnya adalah saya menjadi tahu bahwa fundamentalisme bisa tumbuh di mana saja. Ia bisa tumbuh kuat di kalangan yang disebut puritan. Ia juga ternyata bisa berkembang di kalangan yang mengaku dirinya liberal dalam berislam.

Tak lama setelah berjilbab, di tengah proses bernegosiasi dengan Metro TV, saya menemani suami untuk bertemu dengan Profesor William Liddle ” seseorang yang senantiasa kami perlakukan penuh hormat sebagai sahabat, mentor, bahkan kadang-kadang orang tua ” di sebuah lembaga nirlaba. Di sana kami juga bertemu dengan sejumlah teman, yang dikenali publik sebagai tokoh-tokoh liberal dalam berislam.
Saya terkejut mendengar komentar-komentar mereka tentang keputusan saya berjilbab. Dengan nada sedikit melecehkan, mereka memberikan sejumlah komentar buruk, sambil seolah-olah membenarkan keputusan Metro TV untuk melarang saya siaran karena berjilbab. Salah satu komentar mereka yang masih lekat dalam ingatan saya adalah, Kamu tersesat. Semoga segera kembali ke jalan yang benar.

Saya sungguh terkejut karena sikap mereka bertentangan secara diametral dengan gagasan-gagasan yang konon mereka perjuangkan, yaitu pembebasan manusia dan penghargaan hak-hak dasar setiap orang di tengah kemajemukan.

Bagaimana mungkin mereka tak faham bahwa berjilbab adalah hak yang dimiliki oleh setiap perempuan yang memutuskan memakainya? Bagaimana mereka tak mengerti bahwa jika sebuah stasiun TV membolehkan perempuan berpakaian minim untuk tampil atas alasan hak asasi, mereka juga semestinya membolehkan seorang perempuan berjilbab untuk memperoleh hak setara? Bagaimana mungkin mereka memiliki pikiran bahwa dengan kepala yang ditutupi jilbab maka kecerdasan seorang perempuan langsung meredup dan otaknya mengkeret mengecil?

Bersama suami, saya kemudian menyimpulkan bahwa fundamentalisme “mungkin dalam bentuknya yang lebih berbahaya” ternyata bisa bersemayam di kepala orang-orang yang mengaku liberal. [rf/Islampos]

SUBHANALLAH! Cina Publikasikan Salinan Alquran Tulisan Tangan Tertua, Baca Sampai Tuntas!

SUBHANALLAH! Cina Publikasikan Salinan Alquran Tulisan Tangan Tertua, Baca Sampai Tuntas!


China mempublikasikan salinan Alluran tulisan tangan tertua edisi reproduksi, demikian laporan Xinhua, kantor berita resmi pemerintah Cina, Sabtu (6/5).

Kitab suci yang disalin dari tulisan tangan asli tersusun dari 870 halaman dengan berat 12,5 kilogram itu dipublikasikan oleh Ethnic Publishing House. Namun kitab suci umat Islam itu hanya untuk tujuan penelitian sehingga masyarakat umum tidak bisa membelinya.

Baca Juga : TERNAYATA!!! Ini Yang Dilakukan JK Untuk Menangkan Anies-Sandi, Sebarkan!

Bentuk aslinya ditulis selama masa setelah abad ke-11 sebagaimana hasil riset para peneliti dari Peking University. Nenek moyang suku Salar, salah satu kelompok minoritas etnis di Cina, meninggalkan wilayah Asia Tengah ratusan tahun yang lalu dengan membawa Alquran tulisan tangan dan pada akhirnya menetap di kawasan Sungai Kuning.

Alquran tulisan tangan yang asli ditempatkan di museum di wilayah otonomi Salar Xunhua di barat laut Provinsi Qinghai yang dihuni lebih dari 100 ribu jiwa masyarakat Salar. Hal itu menjadi bukti nyata sejarah 800 tahun kehidupan kelompok minoritas etnis Salar yang menganut agama Islam.

"Edisi fotokopi ini bisa menjadi contoh yang bagus untuk melestarikan kitab suci nenek moyang yang sangat berharga di Cina," kata Deputi Direktur Lembaga Etnik dan Agama Provinsi Qinghai, Ma Wenbiao.

Nenek moyang suku Salar yang merupakan bangsa Samarkandi (bekas wilayah Uni Soviet) mendiami wilayah Dunhua pada masa Dinasti Yuan (1271-1368). Awalnya mereka menggunakan bahasa Altaik, cabang bahasa Turki, sebagai bahasa ibu.

Baca Juga : Hakim Ini Menangis Tersedu Dipersidangan, Inilah Penyebabnya..

Setelah sering berkomunikasi dengan suku Han, suku Hui, dan masyarakat Tibet, beberapa kata yang diucapkan suku Salar dipengaruhi oleh bahasa Mandarin dan bahasa Tibet. Saat ini beberapa anak muda suku Salar sudah bisa bahasa Mandarin.

Semua penduduk suku Salar beragama Islam yang taat pada kitab suci, rajin beribadah dan berziarah. Mayoritas suku tersebut bercocok tanam.



Sumber : Antara / republika

HEBOH! Bekerja Dan Menabung Secara Diam-Diam Demi Nikahi Pacar, Pria Ini Berujung Pilu.

HEBOH! Bekerja Dan Menabung Secara Diam-Diam Demi Nikahi Pacar, Pria Ini Berujung Pilu.
HEBOH! Bekerja Dan Menabung Secara Diam-Diam Demi Nikahi Pacar, Pria Ini Berujung Pilu.

TRIBUNNEWS.COM - Tidak ada yang tahu bagaimana jalan cerita cinta seseorang di masa datang. Yang bisa kita lakukan hanyalah berusaha sebaik mungkin. Namun ada pula yang meski sudah berusaha, tapi akhirnya tetap harus berpisah. Seperti apa yang dialami oleh pria ini.
Baca Juga : Mahasiswa Wajib Baca! Ini 7 Perbedaan Pola Pikir Mahasiswa di Indonesia dan Luar Negeri
Cerita seorang pengguna Facebook bernama Fizai belakangan ini menjadi viral di media sosial. Melalui postingan di Facebooknya, Fizai membagikan kisah asmaranya yang berujung menyakitkan. Padahal, Fizai sudah berusaha untuk memperjuangkan wanita yang menjadi kekasihnya.

Diam-diam, Fizai bekerja demi bisa menabung. Uang yang ia hasilkan ia kumpulkan sedikit demi sedikit agar bisa segera menikahi wanita pujaannya. Sayang, pengorbanan itu harus berujung luka. Wanita yang ia cintai ternyata lebih memilih pria lain setelah tiga tahun menjalin asmara.

Berikut adalah cerita yang dituliskan oleh Fizai :
"Udah niaatt bangeett tp yaudah Allah udh rencanain semua. Sengaja gua ga pernah ngasih tau kalo gua kerja, yah biar kejutan buat lu nya.. tapi yaudah hati lu berkata lain dan selamat deh abis putus sm gua lu lgsg jadian, move on yg cepat. Terakhir cek sebelum pisah, kira2 ada 1jtan dan inget janji gua buat halalin lu, nih gua buktiin wkwk. * 3 tahun, buat gua ga mudah buat cari lagi. Apalagi lgsg jadian gitu," tulis Fizai.

Cerita itu pun langsung menjadi viral.

Semenjak diposting pada Rabu (26/4/2017), postingan tersebut telah dibagikan sebanyak 2667 kali. Sebelumnya, Fizai juga sempat mengunggah capture percakapannya dengan sang kekasih. Pada postingan yang diunggah 28 Februari lalu tersebut, kekasih Fizai memang memintanya untuk bekerja.
Beriku adalah percakapan dengan kekasihnya yang sempat diunggah Fizai :

"OTW halalin kamu," tulisnya pada unggahan itu. Sayang akhir yang diharapkan itu tak terjadi.

Netizen pun ikut bersimpati dengan nasib yang menimpa Fizai. Berikut komentar-komentar dari netizen :
Baca Juga : LAGI! Organisasi Papua Merdeka Berulah Lagi Nyatakan Perang Dengan Indonesia
"Sabarr broo fizai.."
"selow gan, wk bentar lagi tenar gan pasti bnyk cewek yg dateng."
"Lanjut kumpulin duitnya buat beli gtx 1080ti."
"Cewek gk cuma satu bang."
"Kelak allah memberikan jodoh yg lbh sholeha bang berdoa kepada allah jodoh sudah di atur kok."
"Semangat bro, gua juga pernah ada di posisi lu 2tahun jagain anak orang niat serius tau tau di hempas gitu ajah wkwkwkw." (*)

Mahasiswa Wajib Baca! Ini 7 Perbedaan Pola Pikir Mahasiswa di Indonesia dan Luar Negeri

Mahasiswa Wajib Baca! Ini 7 Perbedaan Pola Pikir Mahasiswa di Indonesia dan Luar Negeri
Mahasiswa Wajib Baca! Ini 7 Perbedaan Pola Pikir Mahasiswa di Indonesia dan Luar Negeri

Well… Mahasiswa yang pada umumnya adalah anak muda yang berjiwa muda. Yang katanya, mereka adalah kaum intelektual, berkreatifitas tinggi, makhluk yang paling cepat merespon perubahan, bertatakrama, dan pastinya berpendidikan. Tapi apakah semua mahasiswa itu sama ? ada gak sih bedanya pengaruh budaya, social, lingkungan terhadap perilaku anak-anak muda ini yang notaben-nya mereka semua adalah Maha-Siswa. Nah  gimana sih sebenarnya kondisi para generasi bangsa ini, khususnya di Indonesia, apakah baik-baik saja ? Kalau Generasi Bangsa ini kita Compare dengan generasi bangsa Negara lain..apakah masih terlihat baik ?
Baca Juga : LAGI! Organisasi Papua Merdeka Berulah Lagi Nyatakan Perang Dengan Indonesia
1. Budaya membaca, jauh panggang dari api!

Budaya membaca mahasiswa di Indonesia, jauh panggang dari api - Gimana mau matang. Mahasiswa di luar negeri rajin baca buku, bahkan rata-rata mahasiswa di luar negeri membaca 1-2 buku perminggunya. Prinsipnya, kalau mau jadi sarjana harus baca ribuan buku. Well .. di Indonesia, kalau mau jadi sarjana gak perlu baca buku.

2. Path, Instagram, Twitter? What kind of? Is it Food?

Mahasiswa di luar negeri sangat jarang yang tahu apa itu Path, Instagram, Twitter dan beberapa jajaran Social Media lainnya, yang hampir semua Mahasiswa di Indonesia merasa gak PD kalau gak punya. Buat Mereka, terlalu membuang-buang waktu untuk mengetahui apa yang orang lain lakukan. Itu juga yang membuat mereka mempunyai lebih banyak waktu  membaca buku atau berdiskusi mengenai aliran pemikiran mereka terkait dengan berbagai topik. Hal ini lebih terkait ke budaya mereka, yang terkesan individual. Well.. ada plus minusnya juga.

3. Kerja part time. Gengsikah mereka?

Sebagian besar Mahasiswa Indonesia itu gengsinya segede gaban. Gak mau kerja ini, kerja itu. Maunya kerja yang ini, yang itu. Pilah pilih ini itu. Well, di luar negeri kebanyakan mahasiswa kerja part-time, dan gak pilah pilih, juga gak jadi penilaian dari mahasiswa lainnya mengenai pekerjaan orang lain. Mulai pelayan restoran, kasir Dept Store, Pegawai pom bensin, penulis, banyaklah.. yang waktunya mereka bisa bagi dengan perkuliahan. Kerja gak membuat mereka geng si yang Guys, buat mereka lebih gensi itu kalau minta duit sama orang tua.

4. Sebagian besar kampus di Luar Negeri, gak ada sistem absensi

Kebayang gak sih kalau di Indonesia gak pake sistem Absensi. Apa kelasnya masih penuh? Beberapa Kampus di luar negeri gak pake sistem absensi ya guys, ini karena Mahasiswa disana sudah sangat sadar mengenai pentingnya belajar. Jadi gak ada absensi pun mereka tetap datang, Yap mereka tetap hadir mengikuti pembelajaran di kelas. Yang penting akumulasi tugas dan ujiannya bagus, itu udah bisa naik ke semester berikutnya. Gak da sangkut pautnya dengan kehadiran. Pola pikir dan kebiasaan yang benar-benar patut di contoh ya guys..

5. Kemampuan nomor 1, penampilan nomor sekian.

Yang dimaksudkan disini mengenai prioritas keuangan mereka ya Guys,, kebanyakan dari mahasiswa luar negeri lebih mengutamakan prioritas pemanfaatan keuangan mereka untuk keperluan kuliah, nah setelah kebutuhan kuliah udah kelar semuanya, baru deh mikirin “hari ini shopping kemana ya ?”. Kalau di compare dengan gaya hidup mahasiswa di Indonesia, sebagian besar (gak semuanya kok) lebih mengutamakan belanja keperluan ini itu, untuk sekedar memenuhi trend gaya hidup. Beli Handphone, ok !. Beli buku ? Mikir dulu kali ya …

6. Party at the time, Study in the moment.

Pada saat belajar, ya belajar. Pada saat party, ya party. Ini salah satu budaya Mahasiswa di beberapa Negara maju. Mereka tetap party, tapi kuliah tetap masih jadi prioritas. Intinya, semua dilakukan pada waktu dan tempatnya. Bukan karena ngikutin gaya hidup, party sana sini, kuliah jadi keteteran.

7.Tetap ke kampus, walaupun gak ada dosen.

Mahasiswa di luar negeri, mereka sangat concern dengan study mereka. Hal ini disebabkan oleh banyaknya tugas dan budaya belajar di perpustakaan serta persaingan yang sangat ketat. Oleh karena itu, walaupun gak ada jadwal kuliah mereka tetap datang ke kampus. Kalau Mahasiswa di Negara kita gimana ? sebagian besar (sekali lagi, gak semuanya kok) ke kampus kalau ada jadwal kuliah, kalau gak ada ya gak juga.
Baca Juga : HADUH! Indonesia Jadi Olokan Dunia Akibat Pernyataan Jokowi di Hongkong Yang HOAX
Melihat  dan mengadopsi budaya orang lain, selama itu positif, kenapa tidak. segera buat perubahan positif. dimulai dari diri sendiri, yang pastinya akan berdampak bagi diri sendiri, dan kalau itu dilakukan secara bersama – sama, akan memberikan dampak yang baik bagi bangsa ini.  Miris lihat Indonesia, kalau Mind Set generasinya masih gitu gitu aja .

HADUH! Indonesia Jadi Olokan Dunia Akibat Pernyataan Jokowi di Hongkong Yang HOAX

HADUH! Indonesia Jadi Olokan Dunia Akibat Pernyataan Jokowi di Hongkong Yang HOAX
HADUH! Indonesia Jadi Olokan Dunia Akibat Pernyataan Jokowi di Hongkong Yang HOAX

[PORTAL-ISLAM] Pernyataan Presiden Joko Widodo saat kunjungan di Hongkong yang mengklaim bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia terbesar ketiga di dunia, setelah China dan India, dicemooh. Jokowi dianggap menyebar HOAX.
Baca Juga : Subhanallah! Menyambut Bulan Suci Ramadhan, Raja Salman Kirim 250 Ton Kurma Untuk Muslim Indonesia.
Pengamat ekonomi dari luar, Jake Van Der Kamp dalam artikel di kolom bisnis South China Morning Post (SCMP) edisi 1 Mei 2017, mencemooh data yang dimiliki Presiden Jokowi. Pasalnya, dalam catatan dia, Indonesia jangankan peringkat tiga dunia, tapi cuma berada di peringkat ketiga belas tingkat Asia.

Pada edisi 1 Mei SCMP, Jake Van Der Kamp memberi judul opininya sangat menghentak. "Sorry President Widodo, GDP Ranking are Economists' Equivalent of Fake News."

Jake mengutif ucapan Jokowi.

"Indonesia's economic growth is the third in the world after India and China," said Indonesian President Joko Widodo.

Dengan nada keheranan, Jake menulis opininya dengan kalimat: Third in the world, is it? What world is that?

Selanjutnya Jake menguraikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di kisaran 5,02 persen itu hanya berada di urutan ke-13. Urutan tersebut pun bukan dunia tetapi di kawasan Asia.

Jake pun menjelaskan siapa saja negara yang masuk 12 besar dalam pertumbuhan ekonomi Asia tersebut. Dia menulis India 7,5 persen, Laos 7,4 persen , Myanmar 7,3 persen, Kamboja 7,2 persen, Bangladesh 7,1 persen, Filipina 6,2 persen, China 6,7 persen, Palau 5,5 persen, Timor Leste 5,5 persen, dan Papua New Guinea 5,4 persen.
Baca Juga : HOT NEWS! Ini Kronologi Wisatawan Singapura Yang Digigit Komodo Di NTT
WADUHHHH.... LAGI-LAGI BIKIN MALU DI KANCAH INTERNASIONAL.

Link:
Opinion: Sorry President Widodo, GDP rankings are economists’ equivalent of fake news
http://www.scmp.com/business/article/2092048/opinion-sorry-president-widodo-gdp-rankings-are-economists-equivalent-fake

HOT NEWS! Ini Kronologi Wisatawan Singapura Yang Digigit Komodo Di NTT

HOT NEWS! Ini Kronologi Wisatawan Singapura Yang Digigit Komodo Di NTT
HOT NEWS! Ini Kronologi Wisatawan Singapura Yang Digigit Komodo Di NTT

TRIBUNWOW.COM, LABUAN BAJO - Nasib nahas dialami Loh Lee Aik (68). Fotografer asal Singapura itu digigit komodo di Desa Komodo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (3/5/2017).
Baca Juga : WOW! Gaji Magang Di Facebook Bikin Gigit Jari. Sekelas Direktur Perusahaan Di Indonesia Akan Kalah
“Wisatawan asing asal Singapura yang juga adalah fotografer ini digigit oleh seekor komodo di wilayah pegunungan atau sekitar 200 meter dari arah pustu (puskesmas pembantu) Desa Komodo,” kata Kepala Bidang Humas Polda NTT AKBP Jules Abraham Abast kepada Kompas.com,Rabu (4/5/2017) malam.

Jules pun menjelaskan kronologi peristiwa tersebut. Menurut dia, kejadian itu bermula ketika pada Senin (1/5/2017), Loh berangkat dari Labuan Bajo (ibu kota Kabupaten Manggarai Barat) menuju Kampung Komodo dan menginap di rumah warga masyarakat bernama H Kasing, dengan tujuan untuk mengumpulkan foto aksi komodo.

Kemudian, pada Selasa 2 Mei 2017, saat Loh berjalan-jalan mengelilingi Kampung Komodo tersebut, ia melihat ada seekor kambing yang digigit oleh seekor komodo di kompleks Pekuburan Umum dekat pustu Desa Komodo, namun dia tidak sempat mendokumentasikannya.

Selanjutnya, Loh mendapatkan informasi dari warga setempat bahwa apabila sudah ada kambing yang digigit komodo dan kemudian mati, pasti komodo akan turun dari gunung untuk memangsa kambing yang sudah mati itu.

Setelah itu keesokan harinya yaitu Rabu 3 Mei 2017 Sekitar pukul 08.00 Wita, Loh datang ke tempat bangkai kambing yang telah mati di pegunungan sekitar 200 meter dari arah Pustu Desa Komodo tanpa didampingi ranger atau warga masyarakat untuk melakukan pengambilan gambar.

“Setelah sampai di lokasi kejadian, korban (Loh) melihat seekor komodo sedang memangsa seekor kambing, sehingga korban pun berusaha untuk mengabadikan momen tersebut. Namun korban tidak tahu ada seekor komodo kecil yang berada di sekitar korban yang kemudian langsung menggigit betis kaki bagian kiri hingga mengalami luka robek,” kata Jules.

Kemudian sekitar pukul 08.30 Wita, masyarakat memberitahu Bhanbinkamtibmas Desa Komodo yakni Bripka Anhar bahwa ada orang yang digigit komodo, sehingga anggota polisi itu yang dibantu warga langsung melakukan pertolongan terhadap dan mengevakuasi korban ke pustu Desa Komodo untuk dilakukan pertolongan pertama dengan melakukan jahit di lukanya dan diberikan anti biotik.
Baca Juga : HEBOH! Media Asing Terus Soroti Perkembangan Permainan Essien Dan Cole Yang Mengecewakan. Baca Sampai Tuntas!
“Setelah itu Bhabinkamtibmas Bripka Anhar dibantu warga, lalu mengantarkan korban ke perahu milik nelayan setempat untuk dibawa menuju Labuan Bajo guna pengobatan selanjutnya. Di tengah perjalanan, korban dijemput oleh Tim Basarnas dan Pos AL agar lebih cepat sampai Labuan Bajo untuk dibawa menuju Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo,” ucapnya. (Kompas.com/Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere)

WOW! Gaji Magang Di Facebook Bikin Gigit Jari. Sekelas Direktur Perusahaan Di Indonesia Akan Kalah

WOW! Gaji Magang Di Facebook Bikin Gigit Jari. Sekelas Direktur Perusahaan Di Indonesia Akan Kalah
WOW! Gaji Magang Di Facebook Bikin Gigit Jari. Sekelas Direktur Perusahaan Di Indonesia Akan Kalah

TRIBUNWOW.COM - Pernahkah membayangkan mencoba magang di perusahaan teknologi raksasa di Amerika Serikat? Facebook misalnya. Pasti semua orang sudah tidak asing dengan perusahaan ini terutama penggunaannya sebagai media sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga : HEBOH! Media Asing Terus Soroti Perkembangan Permainan Essien Dan Cole Yang Mengecewakan. Baca Sampai Tuntas!
Perusahaan teknologi raksasa seperti Facebook ini pun juga menerima pegawai magang lho. Namun, jangan khawatir, karena magang di Facebook ini para pegawai magang tetap dapat gaji dan bukan hanya sekadar mendapatkan uang makan. Gaji yang diberikan untuk pegawai magang pun jumlahnya sangat fantastis dan pasti bikin ngiler!

Melansir dari CNN Money, Kamis (4/5/2017), magang di beberapa perusahaan teknologi Amerika Serikat memberikan pegawainya gajian ribuan dollar tiap bulannya. Hal ini diungkapkan oleh situs Glassdoor yang mencatat daftar 25 gaji tertinggi yang diterima pegawai magang dari perusahaan-perusahaan Amerika Serikat.

Facebook pun memuncaki daftar sebagai perusahaan yang memberikan gaji tertinggi untuk pegawai magangnya yaitu sebesar 8 ribu Dollar Amerika perbulan, atau setara dengan Rp 106 juta. Dalam setahun pegawai magang bisa memperoleh gaji sebesar 96 ribu Dollar Amerika. Namun, angka ini merupakan angka median yang artinya ada juga pegawai magang yang memperoleh gaji di atas nominal tersebut.

Perusahaan teknologi raksasa lainnya seperti Microsoft, menggaji pegawai magangnya rata-rata sebesar 7.100 Dollar Amerika per bulan atau sekitar Rp 94,6 juta. Microsoft menduduki posisi kedua setelah Facebook terkait 25 daftar perusahaan dengan gaji pegawai magang terbesar di Amerika Serikat. Yang kemudian disusul oleh Amazon, Apple, Yelp, Yahoo, dan Dell, serta VMWare yang turut menduduki posisi 10 besar. Perusahaan-perusahaan ini menawarkan gaji bulanan rata-rata mulai dari 6.080 Dollar Amerika hingga 6.450 Dollar Amerika.

Sementara Google berada di peringkat 11 dengan gaji untuk pegawai magang sebesar 6 ribu Dollar Amerika, atau sekitar Rp 79 juta.

Berdasarkan data National Association of Colleges and Employers, rata-rata upah yang diterima mahasiswa pegawai magang di AS adalah 16,28 dollar AS per jam atau Rp 216.524, yang berarti 2.600 dollar AS per bulan atau sekitar Rp 34,5 juta. Selain itu, banyak juga mahasiswa pegawai magang tidak memperoleh bayaran sama sekali.
Baca Juga : Akhirnya Terjawab Juga Kenapa Bule Gak Punya Toilet Jongkok. Sebarkan!
Menurut data NACE, hanya 56 persen mahasiswa perguruan tinggi yang lulus tahun 2016 melakukan magang dengan bayaran. (TribunWow.com/Natalia Bulan Retno Palupi)