Tampilkan postingan dengan label POLITIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POLITIK. Tampilkan semua postingan

BIKIN GEGER! Demi Ahok, Ancaman dan Seruan Minahasa Merdeka Makin Ramai!

BIKIN GEGER! Demi Ahok, Ancaman dan Seruan Minahasa Merdeka Makin Ramai!
BIKIN GEGER! Demi Ahok, Ancaman dan Seruan Minahasa Merdeka Makin Ramai!


Sejak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok divonis 2 tahun penjara, seruan Minahasa Merdeka ramai di media sosial (mesdsos).

Seruan Minahasa Merdeka muncul sebagai bentuk kekecewaan warga Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) terhadap vonis yang dijatuhkan kepada Ahok.

Warga Minahasa melakukan aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan kepada Ahok dengan memasang lilin. Aksi bertajuk ‘Sejuta Lilin dari Manado untuk Ahok’ dilakukan di Jalan Piere Tendean, tepatnya di depan Hotel Aryaduta Manado, Rabu malam (10/5).

Tak sampai di situ, warga Minahasa juga berencana melakukan aksi demonstrasi pada Senin 15 Mei 2017. Aksi kali ini bertajuk ‘Referendum Minahasa Merdeka’.

Aksi tersebut akan dilakukan di depan Kantor Gubernur Sulawesi Utara. Massa aksi akan menggunakan seragam hitam-merah.

Seruan aksi Minahasa Merdeka diposting di fanpage facebook Ancient of Minahasa. “Tuntutan: Referendum Minahasa Merdeka. Sekarang waktunya Minahasa tegas,” tulisnya, Jumat (12/5/2017).

Akun ini juga menyebut bahwa Minahasa tidak termasuk dalam jajahan Belanda. Dikatakannya, Belanda adalah partner Minahasa dalam mengatasi para pemberontak di Indonesia.

Tak hanya itu, Facebook Ancient of Minahasa juga mengunggah beberapa bendera yang dikibarkan sejumlah remaja. Bendera itu berwarna merah dipadu warna biru. Bagian tengahnya berbentuk salib. Diduga, bendera ini merupakan persiapan Minahasa Merdeka.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sulut, Steven OE Kandouw meminta masyarakat Minahasa tidak berlebihan menujukan aksi simpatik kepada Ahok.

“Saya juga bersimpati pada pak Ahok, tapi saya imbau masyarakat Sulut yang berlebihan dalam menunjukkan simpatinya,” ucap Steven, Kamis (11/5/2017).

Mantan Ketua DPRD Sulut ini menambahkan, aksi simpati kepada Ahok boleh-boleh saja. “Tapi sebagai orang Sulut kita harus tetap menjaga kebersamaan, jangan sampai simpati yang berlebihan bisa merusak kerukunan dan kedamaian yang selama ini menjadi ciri khas daerah kita,” imbuhnya.

Aksi referendum Minahasa Merdeka bukan kali pertama. Sebelumnya pada Desember 2016, puluhan warga juga melakukan aksi demonstrasi. Mereka mendesak pemerintah agar tidak tunduk kepada tekanan massa yang meminta Ahok dipenjara.

“Ultimatum Minahasa. Negara tunduk? Bangsa Minahasa siap referendum,” demikian salah satu spanduk yang dibentangkan massa saat melakukan aksi yang dilakukan pada Kamis 1 Desember 2016.

Berikut ini tuntutan warga Minahasa saat melakukan aksi pada 1 Desember 2016:

Tuntutan nasional:

1. Bubarkan FPI dan seluruh ormas yang berafiliasi dengan Khilafah Daulah Islamiyah/ISIS di Indonesia.

2. Pidanakan/usir Rizieq Shihab terkait semua hal Inkonstitusional yang ia perbuat.

3. Libatkan KPK guna meneliti penggunaan anggaran negara serta audit dana pembayaran sertifikat halal di MUI.

4. Hapus dan cabut system syariah di Indonesia.

5. Pidanakan seluruh tokoh Inkonstitusional.

6. Otonomi Khusus.

7. Cabut dan hapus Surat Keputusan Bersama (SKB) menteri terkait pembangunan rumah ibadah.

8. Stop teror, bom Gereja serta pernyataan kafir

9. Stop diskriminasi terhadap kaum minoritas secara umum dan secara khusus stop diskriminasi atas peran serta dalam membangun bangsa baik di lingkup ASN, TNI, POLRI, maupun di lingkup BUMN.



Tuntutan Daerah:

1. Pidanakan pelaku perusak jejak sejarah

2. Bentuk dan sahkan peraturan daerah perlindungan jejak sejarah

3. Stop pelarangan Santa Claus yang damai serta teratur

4. Bentuk dan sahkan peraturan daerah perlindungan tenaga kerja local

5. Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama dipegang Mayoritas (berlaku sama dengan daerah lain).

6. Evaluasi GM PLN Suluttenggo

7. Penambahan bidang studi bahasa daerah

8. Kembalikan peruntukan tanah dan bangunan (pembangunan 6 bangunan agama, Muslim, Kristen Khatolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha dan Konghucu) dilahan ex kampung texas

9. Segera swiping identitas di Sulawesi Utara dan pulangkan warga yang tidak jelas

10. Pidanakan pelaku penyelewengan penggunaan anggaran APBD [opinibangsa.id / psi]

LAGI! Organisasi Papua Merdeka Berulah Lagi Nyatakan Perang Dengan Indonesia

LAGI! Organisasi Papua Merdeka Berulah Lagi Nyatakan Perang Dengan Indonesia
LAGI! Organisasi Papua Merdeka Berulah Lagi Nyatakan Perang Dengan Indonesia

INDONESIA MILITER .com - Kelompok Sipil Bersenjata Papua yang menyebut diri sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyatakan perang pada pemerintah Indonesia. Pernyataan itu disampaikan Goliath Tabuni di markas mereka di Kwiyawagi, Papua Barat. “Kami nyatakan siap perang dengan militer Indonesia untuk Papua merdeka,” kata Goliath Tabuni lewat siaran pers yang diterima GATRA. Siaran pers itu terima GATRA.com dari TPNPB atas perintah dari Sebby Sambom, juru bicara Organisasi Papua Merdeka.
Baca Juga : HADUH! Indonesia Jadi Olokan Dunia Akibat Pernyataan Jokowi di Hongkong Yang HOAX
Goliath Tabuni mengklaim sebagai pimpinan panglima tinggi Komando Nasional, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dengan pangkat Jenderal. Ia mengaku memimpin 7 Komando Daerah Pertahanan (KODAP) di wilayah pegunungan Papua Barat.

Pernyataan yang disampaikan dalam upacara gabungan 7 KODAP itu, menurut Tabuni, ditujukan kepada Pemerintah Indonesia, Dunia Internasional, Oranisasi Perjuangan Papua Merdeka, dan Birokrat Orang Asli Papua di seluruh wilayah Papua Barat.

“Kami bukan ras melayu, kami ras Melanesia,” kata Tabuni. Pada puncak acara yang dilaksanakan di Markas KODAP Kwiyawagi Papua Barat itu disebutkan dihadiri oleh ribuan rakyat Papua serta prajurit TPNPB.

Tujuh KODAP telah berkomitmen satukan semua kekuatan senjata dan amunisi yang dimiliki dari KODAP masing-masing yang telah hadir pada acara itu. Patok wilayah kekuasaan TPNPB juga telah tentukan.

Aparat militer Indonesia, lanjutnya, dilarang melintas dari Habema, Tinggina, dan sekitarnya. Jika kedapatan militer Indonesia melintas wilayah yang telah patok, ancam Tabuni, TPNPB tetap akan tembak mati. Hal itu diungkapkan langsung oleh seorang Panglima KODAP Kwiyawagi dalam pernyataanya pada acara itu.

Pimpinan KODAP yang turut hadir dalam acara ini adalah, Brigjend Militer Murib selaku panglima KODAP Sinak bersama Kepala Staf KODAP bersama anggotanya, Pimpinan KODAP Kwiyawagi Brigjend. Biliru Murib, Panglima Daerah Kwiyawagi dan Panglima Daerah Ilaga Brigjend Peni Murib, serta komandan operasi Lekagak Telenggen selaku Painitia Penyelenggara Kegiatan.
Baca Juga : Subhanallah! Menyambut Bulan Suci Ramadhan, Raja Salman Kirim 250 Ton Kurma Untuk Muslim Indonesia.
Pernyataan sikap itu dibacakan oleh Lekagak G. Telenggen, selaku Panitia Penyelenggara kegiatan, di panggung dalam upacara bendera. Di akhir upacara, mereka melakukan rapat pimpinan bersama prajurit dari KODAP, menyusun strategi bersama untuk melakukan revolusi.

Sumber:http://www.gatra.com/fokus-berita-1/237795-kelompok-sipil-bersenjata-papua-nyatakan-perang

HOT NEWS : Terungkap Alasan Miris Para Buruh Bakar Karangan Bunga Ahok, Baca Sampai Tuntas, Sebarkan!

HOT NEWS : Terungkap  Alasan Miris Para Buruh Bakar Karangan Bunga Ahok, Baca Sampai Tuntas, Sebarkan!


Pembakaran karangan bunga untuk pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Syaiful Hidayat akhirnya terungkap.

Sebelumnya, diketahui ada insiden pembakaran karangan bunga oleh para buruh pada saat memperingati May Day di depan Kantor Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin(1/5/2017).

Melansir Tribunnews.com, pembakaran tersebut dilakukan oleh Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik, dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) DKI Jakarta.

Hal ini diungkapkan oleh Sekjen FSP LEM SPSI DKI Jakarta, Idrus.

Baca Juga : WOW! Benarkah Rumah Mewah Ini Milik Presiden Buruh? Ini Hasil Konfirmasinya, Baca Sampai Tuntas!

Ia juga menjelaskan latar belakang terjadinya aksi pembakaran tersebut adalah spontanitas dari para anggotanya, Selasa (2/5/2017).

Ternyata, alasan terjadinya pembakaran karangan bunga ini cukup mengejutkan.

Aksi tersebut merupakan wujud puncak kekesalan para buruh kepada Ahok, terutama untuk para buruh yang bernaung di FSP LEM SPSI DKI Jakarta.

Mereka kebanyakan bekerja di perusahaan-perusahaan otomotif di Jakarta.

Yang membuat para buruh ini kesal adalah gaji UMP mereka yang berada di bawah kota penyangga seperti Bekasi dan Karawang.

Mereka juga merasa bahwa aspirasi mereka tidak didengarkan oleh Ahok.

Pasalnya, pada tahun 2016 mereka sempat minta bertemu dengan Ahok, tapi Gubernur DKI Jakarta tersebut tidak mau, pada saat sebelum ada Plt juga tidak mau.

Yang disayangkan Idrus dan rekan-rekan buruhnya, Ahok yang selalu menyampaik soal kesejahteraan rakyat Jakarta.

Seperti Ahok yang memberikan rusun kepada warga terdampak penggusuran, subsidi daging bagi pemegang KJP, atau jaminan pendidikan hingga bangku kuliah.

Namun para buruh belum merasa mendapakan perhatian yang serupa dari Ahok.

Idrus juga mengatakan, para buruh dikenakan pajak, namun Ahok terlihat lebih membantu orang susah yang berasal daerah lain bahkan menganggur tapi diberi rumah susun.

Ia juga mengungkapkan kesedihannya karena pekerja yang pajaknya langsung dipotong oleh pemda malah tidak diperhatikan.

Idrus merasa bahwa para buruh perlu menuntut keadilan.

Kekecewaan luar biasa kepada Ahok itulah yang melatar belakangi para buruh untuk melakukan aksi pembakaran karangan bunga pada saat memperingati May Day di depan Balai Kota.

Namun, Idrus juga sudah merasa masalah pembakaran tersebut sudah selesai, karena dirinya sudah langsung meminta maaf kepada Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Suyudi Ario Seto dan Kasatpol PP Jupan Royter.

Ratusan pendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat melakukan aksi seribu lilin di depan gedung Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Barat, Senin (1/5/2017) malam (TRIBUNNEWS/Wahyu Aji)

Alasan mengapa polisi tidak amankan massa buruh pembakar karangan bunga Ahok dan Djarot.

Publik sempat menanyakan, mengapa tidak ada tindakan dari pihak berwenang yang menjaga demo peringatan May Day ini saat pembakaran karangan bunga terjadi.

Melansir dari Warta Kota, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono yang ditemui di Mapolda Metro Jaya, Senin (1/5/2017) pun angkat bicara.

Ia mengatakan, adanya faktor psikologis yang melatar belakangi sejumlah massa aksi May Day membakar karangan bunga untuk Ahok dan Djarot tersebut.

Menurutnya, tidak ada pengamanan polisi dalam peristiwa ini dikarenakan tidak ada pihak yang terprovokasi.

Baca Juga : 3 Artis Cantik Jadi Pramugari Dadakan, Netizen : Jadi Betah Banget Naik Pesawat.

"Kami sudah koordinasi bagaimana kegiatan ini tidak sampai anarkis. Ternyata yang lain tidak terpancing juga ya," ujar Argo.


Buruh dari Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik, dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM PSI) DKI Jakarta berada di area Balai Kota ketika aksi pembakaran itu berlangsung. 

(Sumber : TribunWow.com/Natalia Bulan Retno Palupi)

WOW! Benarkah Rumah Mewah Ini Milik Presiden Buruh? Ini Hasil Konfirmasinya, Baca Sampai Tuntas!

 
WOW! Benarkah Rumah Mewah Ini Milik Presiden Buruh? Ini Hasil Konfirmasinya, Baca Sampai Tuntas!

Tersebar luas di media sosial beberapa meme yang mencantumkan nama Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal.

Meme tersebut berkaitan dengan pembangunan rumah besar yang diduga milik Said, seperti yang tercantum dalam meme.

Dalam meme yang diunggah oleh akun dengan nama @yona_yuni dituliskan mengenai darimana asalnya uang untuk membangun rumah besar


Postingan netizen di Instagram yang menyudutkan Presiden Buruh Said Iqbal jadi viral.


"Kita semua bangga punya Presiden buruh yang tegas dan berani menantang kebijakan Negara tapi patut dipertanyakan saat ini Presiden kita sedang membangun Rumah dengan ukuran besar di Jl. Rambutan, Kelurahan Kalisari, Jakarta Timur."

"Kita sebagai anggota KSPI/FSPMI patut mempertanyakan uang dari mana untuk bangun rumah dengan nilai milyaran rupiah sementara buruh wajib bayar iuran."

"Hidup masih kontrak, ataukah uang Pilkada Bekasi untuk bang OBON TABRONI yang dibagi-bagi untuk kepentingan pribadi."

Dalam meme tersebut juga tertulis mengenai potongan satu persen kepada para buruh FSPMI seluruh Indonesia untuk para pengurus.

"Kumpulkan iuran buruh FSPMI seluruh Indonesia, potong 1 persen untuk kegiatan dan para pengurus, khususnya Presiden nya."

"Rela atau Tidak Rela potong. Ngerti Tidak Ngerti potong. Biar Buruh yang kerja Pengurus yang Atur Pegang Duitnya."

Adapula meme lain yang menunjukkan fakta sepak terjang Said yang diduga menyalahgunakan uang organisasi.

Said Iqbal dituding miliki rumah mewah hasil iuran para buruh.


Berikut ini tulisan yang termuat dalam meme tersebut.

"Rupanya SP dan SB sdh tahu kelakuan presidennya, buruh dijadikan sapi perah olej presiden FSPMI Said Iqbal."

"Buktinya dia punya rumah mewah dg luas tanah 450 meter, luas bangunan lt2, 800 meter, harga jual 4 milyar. Alamt Jl. Rambutan, Kel Kalisari, Kec. Pasar Rebo, Jatim."

Aksi 1000 Lilin: Wujud Kekecewaan Pendukung Ahok Kepada Buruh yang Bakar Karangan Bunga
"Said Iqbal juga menyalahgunakan uang organisasi dan uang pilkada keb bekasi paslon Obon Tabroni."

"Said Iqbal tahun 2016 beli mobil menggunakan uang organisasi."

"Banyak harta dari iuran buruh sementara buruh miskin dan sengsara dan tidak berpihak kepada buruh."


Tudingan miring menjadi viral di Instagram - Instagram


Beberapa meme juga berisi ujaran provokatif yang menyangkut sepak terjang Said Iqbal dan aksi May Day.

Ketika tim TribunWow.com melakukan konfirmasi terkait meme tersebut, Said memilih untuk tidak berikan komentar.

Menurutnya apa yang ditanyakan terkait dengan kehidupan pribadi dan Said menegaskan kalau ia tak bersedia menjawab.

"Saya tidak ingin memberi komentar, jika ditanya mengenai kehidupan pribadi saya tidak mau menjawab," ujar Said Iqbal lewat saluran telepon kepada TribunWow.com.


(Sumber : TribunWow.com)

BANYAK DIBACA! Sandiaga Uno Harap Para Pendukung Cepat Move On

BANYAK DIBACA!  Sandiaga Uno Harap Para Pendukung Cepat Move On


JAKARTA -- Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno meminta agar para pendukung calon gubernur dan wakil gubernur Pilkada DKI Jakarta cepat move on dari kontestasi politik.

Baca Juga : LUAR BIASA! Wanita Inggris Ditantang Menggunakan Hijab Selama 15 Menit, Sebarkan!
"Kita akan pastikan bahwa kami sudah selesai dari tanggal 19 April dan kami berharap pendukung-pendukung kami juga cepat move on-nya," kata Sandi di Jalan Melawai Raya V, Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (28/4).

Ia dan Anies Baswedan pun memberikan contoh dengan bersilaturahim pada saingannya. Anies pernah menemui Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota DKI.

Kemudian, masih dalam proses rekonsiliasi yang sama, Sandiaga telah menggelar pertemuan dengan Sylviana Murni dan Djarot Saiful Hidayat. Ia juga akan segera menamui Agus Harimurti Yudhoyono
Selain dilakukan Anies-Sandi, rekonsiliasi juga diharapkan bisa dilakukan pendukung pendukungnya. Sandi mengimbau agar para pendukungnya tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang bersifat provokasi, terutama di media sosial.

Baca Juga : OH TERNYATA! Demi Muluskan Ridwan Kamil di Pilgub Jawa Barat, NasDem PDKT 2 Parpol

"Memang yang di Medsos kadang-kadang suka terlalu baper. Kita mengimbau semua untuk menghentikan yang mungkin bisa diartikan sebagai provokasi atau selebrasi yang berlebihan," ucap Sandi.


Sumber : RepublikaOnline

OH TERNYATA! Demi Muluskan Ridwan Kamil di Pilgub Jawa Barat, NasDem PDKT 2 Parpol

Add captionOH TERNYATA! Demi Muluskan Ridwan Kamil di Pilgub Jawa Barat, NasDem PDKT 2 Parpol


Bandung - Ketua DPW Partai Nasional Demokrat (NasDem) Provinsi Jawa Barat Saan Mustopa mengatakan partainya akan membangun komunikasi dengan partai lain untuk memuluskan pengusungan Ridwan Kamil.
Baca Juga : WAJIB DIBACA! Mungkinkah Kulit Wajah Jadi 'Kebal' karena Perawatan? Ini Kata Dokter

Dia mengaku saat ini pihaknya tengah intensif berkomunikasi dengan Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Kebangkitan Bangsa. Selain itu, Partai NasDem juga memperkenalkan Ridwan Kamil ke warga Jawa Barat. "Pekan lalu di Tasik, nanti 14 Mei 2017 di Karawang," kata Saan.

Menurut dia, figur Wali Kota Bandung tersebut terus menarik perhatian sejumlah pihak pasca-deklarasi pengusungannya oleh Partai NasDem sebagai calon Gubernur Jawa Barat 2018 di Lapangan Tegalega Bandung beberapa waktu lalu.

Bermunculannya calon yang ingin menjadi pendamping Ridwan Kamil, kata Saan, memudahkan pihaknya menentukan calon wakil gubernur. Sebab, dia melanjutkan, Ridwan Kamil akan lebih mudah memilih pasangan terbaik.

Selain itu, Saan berujar, pihaknya tidak akan ikut campur dalam menentukan calon wakil gubernur yang disandingkan dengan Ridwan Kamil. "NasDem menyerahkan semuanya ke Kang Emil. Tak ikut campur, walau kami tetap memberi masukan," katanya.
Baca Juga : BIKIN NGAKAK! Inilah Fakta Tentang Peretasan Laman Telkomsel

Sementara itu, Wakil Ketua DPW PPP Provinsi Jawa Barat Yusuf Puadz membenarkan pihaknya intens berkomunikasi dengan Partai NasDem. Yusuf menuturkan saat ini pihaknya belum menentukan kandidat yang akan diusung.

PPP, kata dia, masih menyiapkan untuk menjaring bakal calon dan membahas koalisi. Ketika ditanyakan nama-nama internal yang sudah muncul, menurutnya nama Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum menjadi salah satunya.

Yusuf menuturkan Uu harus meningkatkan popularitas di masyarakat jika ingin resmi diusung PPP. Hal ini pun menjadi keinginannya untuk mengajukan kader sebagai calon gubernur maupun wakil gubernur.


Sumber : Tempo.co

HOTNEWS: Anies Terancam Tak Pimpin Jakarta hingga Pidato Presiden yang Bikin Merinding!

HOTNEWS: Anies Terancam Tak Pimpin Jakarta hingga Pidato Presiden yang Bikin Merinding!

Sejumlah peristiwa terjadi pada Rabu (26/4/2017).

Topik tentang kisah Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pun menjadi hal yang diminati.

Dihimpun Tribunwow.com, berikut lima berita yang paling populer disimak pembaca.

Baca Juga : TERNYATA! Inilah 4 Gejala Anda Alami Gangguan Pendengaran dan Ketulian

1. Anies Baswedan terancam tak pimpin ibu kota

Hasil perhitungan cepat yang dilakukan sejumlah lembaga menyatakan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menang dalam pilgub DKI tahun ini.

Namun sayang, Anies tampaknya tak akan memimpin ibu kota.
Pasalnya, ibu kota Negara Republik Indonesia disebut-sebut akan dipindah dari Jakarta.

Beberapa waktu lalu, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki menyatakan ibu kota akan dipindah dari Jakarta ke Palangkaraya.

Satu alasan yang melatarbelakangi wacana pemindahan ibu kota ini adalah agar pusat pemerintahan lebih Indonesia sentris.

Meski begitu, hingga saat ini wacana pemindahan ibu kota tersebut masih sebatas pembicaraan informal.
"Sudah diwacanakan Presiden tetapi tentu kan mesti dibahas oleh Bappenas," ucap Teten di Kantor Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat (7/4/2017), sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Baca Juga : HEBOH! Pasangan Muda yang Berlaku Kasar pada Pria 76 Tahun Gara-gara Rebutan Meja Makan di Food Court

Pemerintah saat ini tengah mengkaji beberapa lokasi untuk menggantikan Jakarta.

Sayang, pemerintah enggan blak-blakan soal hal tersebut pada publik.
"Pokoknya di luar Jawa," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Bojonegoro di Jakarta, Rabu (26/4/2017).
Pemindahan ibu kota negara hanya sebatas pemindahan pusat pemerintahan sementara pusat bisnis tetap akan berada di Jakarta.

2. Tanggapan Sandi soal isu Ahok akan jabat menteri

Santer diberitakan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bakal mengisi posisi menteri dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo.

Berkaitan dengan hal tersebut, Presiden Jokowi sendiri sudah memberikan konfirmasi.

"Ndak, ndak ada itu, sampai saat ini ndak ada," kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai menghadiri peringatan Isra Mi’raj tahun 2017 di Pondok Pesantren Al Hikamussalafiyah, Cipulus, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (25/4) siang, sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Pernyataan yang sedikit berbeda pun dilontarkan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.

Pasangan Anies Baswedan dalam bursa kepala daerah Jakarta itu menyambut baik jika nanti benar Ahok menjabat sebagai menteri.

"Sangat mendukung. Kami (Anies-Sandi) kalau misalnya Pak Basuki diberi kesempatan untuk mengabdi (menjadi menteri), kami doakan," kata Sandiaga di Posko Anies-Sandi, Jalan Cicurug, Jakarta Pusat, Selasa (25/4/2017).

"Pak Basuki sangat layak sebagai menteri dan kalau sekarang kesempatannya setelah pilkada, siapa pun putra terbaik bangsa akan mengabdi, kami berikan dukungan," kata Sandi.

3. Ahok didukung maju jadi Gubernur Bali

Kekalahan Basuki Tjahaja Purnama di pilkada DKI Jakarta tahun ini menjadi hal yang mengejutkan bagi banyak pihak.

Masa jabatan Ahok tinggal tersisa enam bulan dari sekarang.
Oktober 2017 mendatang, mantan Bupati Bangka Belitung itu bakal digantikan oleh Calon Gubernur Anies Baswedan.

Usai tak lagi menjabat sebagai Gubernur, Ahok disebut akan menduduki posisi menteri hingga kepala BUMN.

Sayang, hingga saat ini Ahok belum mendapat kepastian soal hal tersebut.

Sementara itu, di laman media sosial Twitter, banyak netizen yang justru mendorong Ahok untuk maju sebagai Gubernur Provinsi Bali.
Sebagaimana diketahui, tahun 2018 mendatang, rakyat Bali akan melangsungkan pemilihan kepala daerah.

Tak tanggung-tanggung, tagar #AhokForBali1 pun mencuat dan menjadi viral di laman Twitter.

"Tenang. Ahok kalah di Jakarta.. masih ada #ahokforbali1," tulis akun @s29budiarto.



"Atas nama toleransi #ahokforbali1," komentar @handayanicuss.



Namun, hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari Ahok soal isu tersebut.



4. Video dukungan untuk Ahok berubah jadi tangisan

Sebuah video pendek yang menunjukkan meriahnya sambutan penuh antusiasme fans dan pendukung di Balai Kota tadi pagi, Rabu (26/4/2017).
Akun @basuki_btp_lovers, akun Instagram yang didedikasikan untuk Ahok mengunggah sebuah video serta keterangan.


"Semangat paakk (emoticon menangis) Bapak tetap pemenang dihati kami - by mimin yg masih patah hati(emoticon menangis dan patah hati)
#Ahok #BasukiBTP #BalaiKota."

Video itu menunjukkan bukan hanya ratusan karangan bunga yang memenuhi sekeliling halaman Balai Kota yang menuai perhatian, tapi juga momen-
momen saat Ahok memasuki Balai Kota.

Mendadak ratusan orang menyerbunya berebut jabat tangan.
Beri salam, panggil nama Ahok, kasih semangat dan motivasi.
Ucapan terima kasih dari para fans juga terdengar.
Dengan sabar dan mengucap 'thank you' Ahok salami satu persatu.




5. Pidato Jokowi bikin merinding

Musyawaran Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Nasional di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam kesempatan tersebut Jokowi membuka pidato dengan nada tinggi.

Jokowi melontarkan pidato dengan nada tinggi tersebut ketika menyinggung soal penyusunan APBN atau APBD.

Penyusunan tersebut menurut Jokowi hanya dilakukan sebagai rutinitas.

"Saya ingatkan bahwa kita ini sudah bertahun-tahun, anggaran kita tidak pernah fokus. Perencanaan kita tidak pernah fokus dan tidak memiliki prioritas yang jelas," ujar Jokowi, Rabu (26/4/2017) dikutip dari Tribunnews.com.

"Yang namanya prioritas, yang namanya fokus, itu di bawah tiga (program anggaran) saja. Atau kalau masih sulit, ya di bawah lima lah. Jangan semuanya menjadi prioritas," ujar Jokowi dengan nada tinggi, dikutip dari Kompas.com.

Menurut Jokowi kebiasaan tersebut selalu terulang-ulang.

"Ini kebiasaan kita. Ini rutinitas yang mengulang-ulang. Ya, saya lihat hampir di semua daerah begitu. APBD saya baca, APBN saya baca," imbuh dia.

Jokowi memberi contoh melalui penganggaran yang dilakukan oleh pemerintah pusat.

Menurut Jokowi, pemerintah pusat kini memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan keterbukaan investasi.

Sehingga fokus anggaran hanya ke dua program yang menjadi prioritas tersebut.

Sumber : TribunWOW.com

WOW! Terungkap Alasan Unik di Balik Aktifnya Jokowi di Media Sosial hingga Bikin Vlog! Sebarkan!

WOW! Terungkap Alasan Unik di Balik Aktifnya Jokowi di Media Sosial hingga Bikin Vlog! Sebarkan!

Presiden Republik Joko Widodo (Jokowi) kini dikenal sebagai sosok pemimpin Negara yang aktif di media sosial.

Tak hanya itu, kini ia juga sering sekali membuat video blog yang menampilkan kinerjanya di lapangan.
Tentunya hal tersebut menjadi hal baru yang menyenangkan dan sangat bisa diterima di masyarakat.

Apalagi mengingat perkembangan zaman dan teknologi masa kini makin pesat dan sangat bergantung pada media sosial.

Keaktifan Jokowi di media sosial pun disambut baik oleh publik dan tak jarang ada orang yang bertanya-tanya karena heran seorang presiden mengapa sangat aktif di media sosial.

Maka dari itu, melalui akun Facebook pribadinya, Jokowi pun akhirnya menyampaikan alasan dirinya begitu aktif di dunia maya pada Rabu (26/4/2017).


Ia mengunggahnya dalam bentuk video kembali, simak selengkapnya di sini!



"Saya hadir di media sosial karena saya ingin masyarakat Indonesia mengetahui dan ambil bagian dalam segala kebijakan pemerintah. Bahkan belakangan ini saya juga menggunakan video blog (vlog). Itu untuk menjangkau anak-anak muda.



Vlog-vlog itu seringkali lahir secara spontan. Misalnya, waktu ke waduk Sei Gong di Batam, akhir Maret lalu. Kok pekerjanya banyak sekali? Saya tanya dari mana asal mereka, ada yang dari Medan, Tanjung Pinang, Balikpapan, Makassar, NTT, macam-macam. Saat itu juga saya buat vlognya

Saya ingin menunjukkan bahwa yang bekerja di situ berasal dari Sabang sampai Merauke, dan setiap proyek pasti akan membuka lapangan pekerjaan baru.
Pemerintah memerlukan saluran tersendiri agar lebih leluasa berkomunikasi dengan masyarakat, terutama generasi muda," tulis Jokowi pada keterangan video-nya tersebut.


Video tersebut menampilkan dirinya yang tampak sedang diwawancarai oleh wartawan, begini percakapan dalam video selengkapnya!

"Bisa ketemu dengan rakyat, misalnya ini di pasar, di mall, di desa, di kampung, di pinggiran sungai, atau di kanan-kiri rel, kan bisa ketemu."

"Tetapi, lebih efektif lagi apabila kita menggunakan media sosial."
"Oleh sebab itu sekarang ini dalam menyampaikan program, saya juga menggunakan Video Blog (vlog) dalam berkomunikasi dengan anak-anak muda."

"Saya juga melakukan tanya jawab (Q&A), untuk menanyakan masalah-masalah yang ada di lapangan, di anak-anak muda kita, di generasi muda kita, kemudian saya jawab."

"Saya kira cara berkomunikasi seperti ini penting, aga kita bisa menyampaikan apa yang telah dilakukan oleh pemerintah, program apa yang telah diselesaikan, dan sedang berjalan."

"Cara-cara seperti itu yang akan bisa menjelaskan, progres perkembangan setiap program, setiap proyek itu seperti apa."

"Sehingga komunikasi dengan anak-anak muda, dengan rakyat, dengan masyarakat, selalu sambung," jelas Jokowi.

Jokowi pun juga mengatakan selama ini ia membuat vlog selalu spontan tanpa direncanakan terlebih dahulu.

Jika ada momen yang tepat, ia akan langsung segera kegiatannya tersebut dan membuat vlog.

Unggahan video ini tentunya langsung mendapat tanggapan beragam dari netizen,

"Bapak emang Presiden yang kami sangat kagumi. Program kerja bapak jelas dan terbukti. Kami rakyatmu yang merasakannya," tulis akun Irma Soediro.

"Presidenku mantap. All the best buat Pak Jokowi," tulis akun Martinus Salim.
"Saya bangga punya Presiden seperti Pak Jokowi asal ucapannya memang nyata bukan politik," tulis akun Usaha Karo-Karo.

"Gaul, tetap maju demi bangsa Indonesia," tulis akun Gupron Gaull Gaull.


Sumber : TribunWOW.com

AHOK GERAH! Ini Cerita Ahok yang Gerah Disebut “Settingan” Kirim Karangan Bunga ke Balai Kota

AHOK GERAH! Ini Cerita Ahok yang Gerah Disebut “Settingan” Kirim Karangan Bunga ke Balai Kota

Kekalahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta mengejutkan banyak pihak.
Tidak sedikit dari simpatisan Ahok - Djarot yang bahkan mengaku masih sedih.

Sebagai wujud dukungannya kepada pasangan ini, sekitar 1.500 karangan bunga dikirim oleh warga ke kantor Balai Kota DKI Jakarta sejak Jumat (21/4/2017) lalu.
Saking banyaknya, karangaan bunga tersebut terpaksa dipajang bertumpuk.
Bunga-bunga itu pun memenuhi halaman, pendopo, selasar, Balairung hingga trotoar sekitar Balai Kota.


"Informasinya sekarang sekitar 1.000 karangan bunga, namun sedang didata dulu. Sama nanti ada tim, tapi informasi ke saya sudah ada 1.000 karangan bunga," kata Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri dan Daerah (KDH dan KLN) DKI Jakarta Muhammad Mawardi, kepada wartawan, di Balai Kota DKI Jakarta.

Hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari petugas setempat untuk merapikan karangan bunga ini.
"Untuk sementara belum ada perintah khusus dari gubernur. Nanti akan dikomunikasikan lagi," kata Mawardi.

Di sisi lain, kabar mengejutkan pun datang akhir-akhir ini.
Banyaknya bunga yang dikirim ke Balai Kota disebut-sebut merupakan 'settingan' tim sukses Ahok dan Djarot.

Bahkan, di laman media sosial muncul screenshot percakapan WhatsApp yang seolah memperlihatkan Ahok tengah berdiskusi dengan Krisnhoe Bayoe Soedigdiyono sebagai penyedia karangan bunga

Dalam percakapan yang diunggah akun Twitter @SiBonekaKayu itu, Ahok terkesan menginstruksikan pedagang untuk mengirim karangan bunga secara bertahap.


Capture pesan WhatsApp yang diduga pengirim bunga kepada Ahok (Twitter)


"Anonymous berhasil nge-hack HP Ahok. Karangan bunga belasungkawa ternyata rekayasa?" tulis akun @SiBonekaKayu mengiringi unggahan tersebut.

Titik terang pun mulai terbuka.

Pasalnya, netizen menyadari kalau gambar yang beredar tersebut merupakan hoax.

Mereka pun menangkap beberapa keganjilan yang mengisyaratkan bahwa screenshot chat tersebut memanglah tidak benar.

"Om, kl mau fitnah yg cerdas. Kl hp target yg di hack, yg tmpil nama lwn bicra bkn nama yg di hack," cuit @mr_zaxit.

"Lah gimana. Bilang nya nge-Hack Hp Ahok, kok nama yg di bagian atas chat obrolan, Ahok juga? Mumet ah..." kicau akun @DimasSamiaji.

Sementara itu, berkaitan dengan hal ini, Ahok pun angkat bicara.
Mantan Bupati Bangka Belitung ini Ahok pun meminta para awak media untuk mengonfirmasi hal tersebut pada warga yang mengirimkan bunga.

"Kamu tanya aja sama mereka sendiri," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu (26/4/2017), sebagaimana dikutip dari Tribunnews.com.
Lebih lanjut, Ahok pun menyadari screenshot percakapan tersebut memang sebuah kebohongan.

"Kamu baca aja, bikin capture-an palsu aja bodoh. Hijaunya kebaca ke siapa? Kamu perhatiin betul-betul," kata Ahok.

Dirinya juga mengaku heran dengan maksud pembuatan capture WA palsu tersebut. Ahok mempertanyakan maksud di balik pembuatan percakapan palsu itu.

"Orang yang bikin itu yah, maunya apa dari gue gitu loh, tanya maunya dia apa yang bikin itu," kata Ahok.

Komentar bernada nyinyir tak cuma datang dari oknum tak bertanggung jawab, Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon pun menyatakan fenomena pengiriman karangan bunga untuk Ahok merupakan pencitraan.

"Sayang sekali kalau digunakan untuk pencitraan karena saya dengar karangan bunga itu sebagian besar dipesan dari toko yang sama," katanya di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/4/2017).

Fadli Zon menyatakan dana untuk karangan bunga yang jumlahnya tak sedikit itu lebih baik disumbangkan.

"Kalau satu karangan bunga saja seharga Rp 700 ribu sampai Rp 1 juta kalau dikali 1000 itu lumayan sekali," ujarnya.


Sumber : TribunWOW.com